pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Primata yang Dianggap Punah, Ditemukan

LONDON, KOMPAS.com – Setelah dianggap punah selama  60 tahun karena habitatnya dibabat menjadi perkebunan teh, sejenis primata unik ditemukan kembali dan berhasil difoto. Sebelumnya primata jenis Loris Horton Plains (Loris tardigradus nycticeboides) ini sempat dilaporkan terlihat pada tahun 2002, namun tidak ada bukti foto yang menyertainya.

Penelitian selama lebih dari 1000 malam dilakukan di 120 wilayah berhutan di Sri Lanka oleh para ahli biologi bekerjasama dengan Zoological Society of London (ZSL). Pencarian ini akhirnya menemukan loris di enam wilayah, dan para peneliti menangkap tiga spesimen hidup untuk diteliti Continue reading

August 26, 2010 Posted by | berita | Leave a comment

Menyisir 3 Desa di Delta Mahakam

Perjalanan ini dilaksanakan pada tanggal 23-26 Februari 2008, saya berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 Wita, kebetulan pergi menuju delta mahakam adalah pengalaman pertama saya sejak bergabung dalam project PMD (Pemberbebsis-1dayaan Masyarakat Delta) Mahakam. Project yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi yang berusaha memperbaiki kawasan Delta Mahakam yang menurut data terbaru mengalami kerusakan sekitar 56% (Sumaryono, Dkk. 2007).

Tepat pukul 8 kurang saya tiba di pelabuhan pasar pagi, sambil menunggu tumpangan, kami sarapan terlebih dahulu, yang kebetulan difasilitasi oleh Total Indonesia, mereka menamakan kendaraan ini adalah sea truck (bahasa Indonesia; truk laut), ketika kendaraan datang, saya takjub juga melihatnya ternyata yang dinamakan sea truck ini benar-benar besar, dengan kekuatan mesin diesel dua buah, sudah pasti kebayang berapa cepat kendaraan ini bisa melaju.

Setelah siap berangkat kami menuju Desa Sepatin yang jaraknya sekitar sekita 2 jam dari pelabuhan pasar pagi, tepat pukul 12.05 Wita kami sampai di desa sepatin, saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa desa Sepatin ternyata memiliki aktifitas ekonomi yang cukup tinggi, terutama dari perdagangan komoditas yang berasal dari laut, desa ini didominasi oleh suku yang berasal dari Sulawesi Selatan, mata pencaharian utama adalah nelayan dan petambak. Ternyata untuk mencapai desa ini diperlukan keahlian khusus terutama jika hendak masuk ke kawasan desa ini karena banyak jebakan-jebakan, jika salah jalan maka perahu atau speedboat bisa kandas dan harus menunggu air pasang jika hendak melanjutkan perjalanan, belum lagi bahaya binatang buas yang mengintai yaitu buaya.bebsic-2

Setelah ditemui oleh Sekretaris Desa Sepatin, kebetulan Kepala Desa tidak ditempat, kami dijamu makan siang dan diajak berkeliling Desa Sepatin, yang semua jalan setapaknya terbuat dari kayu ulin, kami menerangkan kepada perangkat desa maksud dan tujuan kami mengunjungi Desa Sepatin, permasalahan utama desa ini adalah menurunnya hasil tambak, dikarenakan penyakit, kualitas bibit dan juga permasalahan-permasalahan lainnya, kami berkesempatan mengunjungi salah satu tambak, selintas saya lihat pintu air tambak yang kami kunjungi hanya satu, sementara tambak yang diusahakan sedemikian luas, butuh waktu yang lama jika ingin menguras atau memasukkan air, belum lagi sungai yang digunakan untuk mengairi terhubung dengan tambak-tambak lain, tentu saja jika satu tambak kena penyakit akan dengan mudah menyebar.

Setelah bermalam sehari di Desa Sepatin, kami melanjutkan ke Desa Muara Pantuan, kali ini kami ditemani oleh Pegawai Cabang Dinas Perikanan dan Kelautan Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kertanegara Pak Suryanto dan Pak Asdar. Setelah air pasang kami melanjutkan ke Desa Muara Pantuan, ternyata tidak begitu lama kami sampai di Desa Muara Pantuan kira-kira 1 jam perjalanan, kami diterima oleh Kepala Desa Muara Pantuan Pak Haji Rasyid, begitu sampai di rumah kepala desa kami dijamu dengan makan siang berupa sari laut.

Setelah selesai makan kami berkesempatan mengunjungi areal reboisasi yang dilaksanakan oleh Bapedalda Kutai Kartanegara seluas 30 ha, dan tambahan 10 ha yang dilakukan melalui swadaya masyarakat, serta ada juga yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan seluas 100 ha, tetapi kami tidak sempat melihat karena waktu yang menjelang malam. Desa Muara Pantuan merupakan desa yang paling ramai dari 2 desa yang kami kunjungi yaitu Sepatin dan Tani Baru.

Keesokan harinya setelah acara sosialisasi Program PMD Mahakam selesai kami berangkat menuju desa terakhir yaitu Desa Tani Baru, berangkat pukul 17.00 Wita dan tiba di Tani Baru pulul 17.30 wita, hanya memerlukan waktu sekitar setengah jam menuju Desa Tani Baru. Begitu sampai kami disambut oleh Kepala Desa Tani Baru yaitu Bapak H. Kahar Edi, dan kami diperkenankan menginap di tempat beliau.

Kondisi Desa Tani Baru tidak seramai desa sebelumnya, karena keadaan geografi desa yang dipisahkan oleh sungai yang lumayan besar tidak seperti Desa Sepatin dan Muara Pantuan jadi tidak ada jembatan penghubung antara beberapa rumah yang terpisah. Fasilitas sekolah, kantor lurah, kesehatan terpisah-pisah, sehingga jika dibandingkan dengan Desa Sepatin, Desa Tani Baru relatif sepi. Setelah acara sosialisasi di Desa Tani Baru selesai kami pulang menuju Samarinda dan turun di Pelabuhan Sungai Meriam, Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ada beberapa kesimpulan yang bisa saya sampaikan dari perjalanan saya menyisir 3 Desa di Delta Mahakam, yaitu;

Permasalahan tambak;

  1. Pintu tambak hanya 1, dengan luasan tambak yang sangat besar maka memerlukan waktu yang lama jika ingin menguras atau mengganti air, padahal tambak sangat rentan dengan kualitas air.
  2. Terjadi penurunan kualitas dan kuantitas tambak.
  3. Masyarakat belum mengenal cara bertambak yang baik dan ramah lingkungan.

Alternatif Income:

  1. Industri rumah tangga; kerupuk udang, ikan asin dan Ebi (udang kering).
  2. Pengembangan kepiting keramba.

Beberapa kriteria petambak;

  1. Pemilik tambak; dikelola dan dimiliki oleh petambak itu sendiri.
  2. Penjaga tambak; yang hanya menjaga tambak dan mengelola tambak, sedangkan modal berasal dari pemilik tambak.
  3. Pemodal tambak; tambak dikelola bukan oleh para pemilik tambak tetapi oleh pemodal (biasanya punggawa) atau biasanya pemilik tambak berhutang untuk mengelola tambak dan semua aturan harga dikuasai oleh pemodal tambak.

March 17, 2008 Posted by | berita | Leave a comment

Duh… Samarinda Kebakaran Lagi…

Sekitar pukul 19.30 Wita, saya tiba di kantor BAPPEDA Provinsi Kaltim, karena ada pekerjaan lain yang harus saya kerjakan maka saya harus kembali ke BAPPEDA, kebetulan ada teman yang lagi lembur sekalian aja nemenin, dan nebeng koneksi internetnya (lumayan gratisan). Ketika sedang asyik mengerjakan tugas tiba-tiba security yang bertugas di BAPPEDA mengetuk pintu ruangan kami, dia mengatakan bahwa telah terjadi kebakaran besar, maka sontak saya langsung keluar mencari-cari dimanakah sang api berada.

Ternyata apinya besar sekali, gedung BAPPEDA saja kelihatan terang, serasa dekat sekali, ketika kami perhatikan ternyata lokasi kebakaran berada tak jauh dari gedung BAPPEDA sekitar 1 km, tepatnya jalan Biola Komfleks Prefab Segiri Samarinda, kebetulan tempat main saya dulu ketika TK dan SD. Kebakarannya besar sekali, bahkan rumah yang berada di bentaran Sungai Karang Mumus ikut ludes terbakar, kepanikan terjadi,ada yang ingin nonton, ada yang bantu korban kebakaran, ada yang mengangkat barang rumah tangga, teman saya juga terlihat panik. Ternyata ada rumah keluargannya yang dekat dengan lokasi kebakaran, untungnya belum terbakar, kami berdua bergegas mengangkat barang-barang yang bisa diangkat dan mudah terbakar, seperti tabung gas.

Alhamdulillah kebakaran tersebut tidak menghanguskan rumah yang kami bantu tadi, tetapi dari penglihatan saya banyak juga rumah yang terbakar, bahkan saya mendengar ada yang mati terpanggang akibat menyelamatkan barangnya.

January 15, 2008 Posted by | berita | Leave a comment

Berita MUNAS IV IKA Fahutan Unmul

Sampai dengan hari ini, sabtu (12/1/2008), Panitia persiapan MUNAS IV IKA Fahutan Unmul telah mengumpulkan beberapa doorprize untuk jalan sehat pada tanggal 7 Februari 2008, adapun untuk rute jalan santai meliputi; Kampus Fahutan Unmul -Auditorium-Pusdima-Pramuka-M. Yamin-Mall Lembuswana–Ruhuy Rahayu-SMU Kesatuan dan kembali lagi ke kampus Fahutan Unmul.

Adapun acara MUNAS IV IKA Fahutan Unmul yaitu; Jalan Sehat berhadiah Sepeda Motor; Sukan Rimbawan; Seminar Kehutanan; MUNAS IV IKA Fahutan Unmul dan Malam Keakraban Rimbawan.

Bagi teman-teman yang membaca blog saya ini diharapkan dapat berpartisipasi dalam memeriahkan MUNAS IV IKA Fahutan Unmul, jika ingin menyumbang buat doorprize jalan sehat dapat menghubungi Sekretariat; d/a PPHT Unmul, Jl Ki Hajar Dewantara Kampus Gunung Kelua Samarinda, atau email: munas_ika_fahutan@hijaubiru.org.

“Kapan lagi bubuhan alumni ngumpul, sudah lawas kita kada bewaluhan”

January 12, 2008 Posted by | berita | Leave a comment