pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

diskriminasi pendidikan…

Hari ini saya mengikuti Rapat Teknis Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Provinsi Kalimantan Timur tahun 2008 dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2008 yang dihadiri oleh seluruh perwakilan 13 kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur. Sebenarnya judul di atas dan kalimat pembuka tidak nyambung, tetapi dari Rapat Teknis itulah saya tergelitik untuk menulis blog ini.

Sebenarnya rapat ini bukan hanya dihadiri oleh instansi pemerintahan tetapi ada juga yang hadir dari kalangan universitas, mahasiswa, NGO dan lain-lain (kebetulan tidak melihat undangan, langsung hadir saja). Dari kalangan mahasiswa saya melihat yang hadir adalah mahasiswa S1 Pemerintahan Integratif (PIN) yang kebetulan dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, dari struktur (maksudnya penampilan) terlihat badan yang tegap dan agak tinggi dari saya (kebetulan diriku tidak terlalu tinggi), baju dinas (Pakaian Dinas Harian), sepatu kulit dan berbagai aksesoris yang terdapat di baju tersebut (mirip militer). Maklum waktu saya kuliah dulu cuma pake jeans belel, baju flanel, sepatu butut, kadang juga pake sendal gunung (maklum mahasiswa kehutanan) malahan ada juga teman saya yang pake sendal jepit, tetapi di tasnya terdapat sepatu bulutangkis (katanya seh diperlukan buat menghadap pembimbing) maklum udah tua banget, he..he..he..

Kenapa saya menuliskan diskriminasi pendidikan? karena untuk menjadi mahasiswa S1 PIN tersebut diperlukan; tinggi badan yang sesuai, tes kesehatan, tes kesamaptaan, tes tertulis, dan tes lisan serta syarat-syarat yang bejibun. Saya sebenarnya tidak mempermasalahkan syarat yang lain, tetapi yang saya masalahkan adalah syarat mengenai tinggi badan, bukankah itu diskriminasi, bagaimana jika yang berbadan pendek ingin mendaftar? pasti dia langsung gugur karena syarat yang pertama tidak berhasil dia lewati tanpa memperhatikan hal-hal yang lain. Jadi yang ingin saya garisbawahi adalah apakah dengan tinggi badan yang sesuai juga akan menjamin bahwa kelak jika lulus dan menjadi PNS akan mengabdi dengan sebenar-benarnya pada negara? tidak ada yang tahu jawabannya…

April 3, 2008 - Posted by | opini

2 Comments »

  1. gitu aja tersinggung mat aiii, sabar sabar, tarik-tarik badan dulu biar “panjang”

    Comment by argolog | April 3, 2008 | Reply

  2. jangankan di institusi pemerintah mat ai. di bank aja masih pake tinggi badan. kenapa ya kok masih ada syarat seperti itu?? Atau memang utk jadi karyawan bank dan PNS harus punya tinggi badan memadai. Dan untuk yang berbadan kurang tinggi sebaiknya jadi PENGUSAHA aja kan lebih menjanjikan tuh hehehee

    Comment by iwied | April 5, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: