pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Menikah…

Kapan mau nikah? Pertanyaan tersebut selalu terlontar setiap kali bertemu teman satu kampus atau teman sewaktu sekolah di SMA atau SMP. Saya sebenarnya ingin menikah jika melihat umur yang memang pantas untuk menikah. Karena hampir semua teman kuliah dan teman SMA sudah menikah, bahkan teman-temanku yang biasanya selalu kumpul pun sudah menikah, tinggal saya saja yang belum menikah. Tetapi rasanya hal tersebut masih jauh untuk menggapainya.

Menikah memang penting, bahkan dalam agama saya pun hukumnya wajib. Secara mental pun sebenarnya saya sudah siap untuk menikah, tetapi persoalannya tidak semudah itu, bagi saya menikah adalah sekali untuk seumur hidup. Menurut saya (ini pandangan pribadi lho) menikah itu adalah mencoba memahami pasangan seumur hidup kita, memahami apa? adalah memahami semuanya (karakter, kebiasaan, sifat, tingkah laku atau perilaku dan lain-lain) dan ini adalah sangat susah, bahkan jika kita menyimak infotainment yang ditayangkan tiap hari di stasiun televisi hampir setiap hari ada berita artis yang pisah ranjang, pisah rumah dan akhirnya bercerai, yang paling kasihan adalah anak-anak mereka. Bahkan ada artis yang menikah seperti membeli pakaian atau membeli celana dalam.

Saya sebenarnya bukan menentang pernikahan, tetapi saya masih mencari siapakah sebenarnya soulmate saya. Soulmate? Sudah waktunya menikah masih memikirkan soulmate? itulah komentar teman-teman ketika saya ditanya kapan mau menikah? saya bilang aja sedang menunggu soulmate saya, jawaban ini mungkin terdengar klise atau puitis atau juga agak sombong, tapi tidak apa, karena hal ini merupakan sebuah keputusan penting dalam hidup saya dan tidak seorangpun yang berhak memutuskan kecuali saya sendiri.

January 12, 2008 - Posted by | cinta

2 Comments »

  1. Biasa Mas opini orang yang belum nikah ya kaya gitu. Prinsipnya kalau mau nikah ya nikah! Yang penting tekat mau nikah ada nggak? terus tekat untuk segera menyelenggarakan ada nggak? Udah nggak usah cari istri pake metode sekular. Kalo emang udah ada yang dilamar, ya dilamar aja. Ndak perlu nunggu soulmate-soulmatan segala. Wong namanya istri itu ya, macem-macem sifatnya. Tergantung backgroundnya, pergaulannya, pendidikannya. Nah tergantung kita aja sebagai Suami bisa nggak jadi leader. Itu aja prinsipnya. Dah nikah aja ya… Saya doakan deh dapet istri yang taat Agamanya plus suami dan ortunya. Amin yak.

    Comment by Gundala | January 13, 2008 | Reply

  2. apalagi wal, tabungan dah 8 digit, pekerjaan jelas, setidaknya tidak akaan pernah dipecat seumur hidup, tunggu apalagi

    Comment by tukangsate | February 10, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: