pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Rokok

Kalau tidak merokok “ibarat dipukul ***** (sensor) tidak membalas” itulah ungkapan seorang teman perokok apabila tidak menghisap merokok sehabis makan. Tetapi tahukah anda ketika saya sedang mendengarkan siaran Radio BBC versi Bahasa Indonesia menurut survey dan penelitian sebuah lembaga ternyata 19 juta keluarga miskin dalam tahun 2006 membelanjakan uang dalam kemiskinan mereka yang menghimpit untuk rokok sebesar Rp. Dua Puluh Tiga Trilyun Rupiah (baca Rp. 23 T), sebuah angka fantastis dan angka ini jauh melebihi subsidi pemerintah untuk bensin yang dijual Rp. 4.500,-.

Rokok sepertinya tidak bisa dipisahkan dari kultur bangsa kita, seperti juga korupsi kayaknya. Kita sering melihat pekerja bangunan, supir angkutan, mahasiswa, birokrat, polisi, tentara, aktivis dan lain-lain. Saya ingin mengomentari khusus untuk aktivis, aktivis seperti yang saya lihat (ini pandangan subyektif lho) katanya tidak bisa berpikir tanpa merokok, tidak bisa dapat ide jika tidak merokok, tidak dapat buat laporan tanpa rokok dan kopi, yaa… sepertinya sangat susah tanpa ada rokok. Maaf bagi teman-teman aktifis.

January 7, 2008 - Posted by | Iseng

1 Comment »

  1. Seperti halnya pada suku indian di pegunungan andes. bagi mereka Koka adalah daun dewa. Koka digunakan untuk meringankan penderitaan. Mengkonsimsi koka memperburuk kehidupan mereka tetapi tanpa mengkonsumsi Koka mereka tidak hidup sama sekali.

    Kurasa mengawali hari dengan sebatang rokok bukanlah ide yang buruk…

    Comment by ardian | February 1, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: