pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Seekor Badak di Kalimantan Terekam Kamera Video

badak kalimantan

Seekor badak Sumatera yang hidup di pedalaman hutan Pulau Kalimantan terekam kamera video selama 2 menit. Ini adalah gambar bergerak pertama yang memperlihatkan bagaimana badak langka tersebut mengunyah makanan, berjalan, bahkan mengendus kamera.

Video tersebut memperlihatkan seekor badak bercula dua yang tengah mencari makanan di semak belukar dan mendekati kamera sehingga terekam dengan jelas napasnya yang berat, sepasang matanya, cula depan yang besar, rambut-rambut yang jarang di dagunya, serta lekukan kulit di kakinya.

“Saat ini mereka tergolong sangat langka sehngga sulit untuk memeroleh rekaman videonya,” ujar Mike Chong, team ledaer proyek konservasi badak WWF Malaysia. Badak termasuk hewan yang pemalu dan hidup di pelosok hutan sehingga jarang sekali terlihat dengan mata telanjang.

Rekaman pertama ini berasal dari sebuah kamera penjebak pada bulan Februari lalu yang dipasang di dalam hutan di negara bagian Sabah, Malaysia. Chong menyatakan, dengan merekamnya menggunakan kamera video, para peneliti dapat mempelajari sifat dan perilaku badak liar secara detil sebagai dasar upaya perlindungan.

WWF memperkirakan jumlah badak yang tinggal di dalam hutan tropis di Sabah, Malaysia tinggal tersisa antara 25 hingga 50 ekor saja. Hampir 20 tahunan tak terdengar kabarnya, badan Sumatera mulai terlihat kembali di hutan-hutan Pulau Kalimantan sekitar tahun 2002. Tahun lalu, kamera penjebak WWF juga berhasil merekam foto seekor badak.

Badak termasuk satwa yang terancam punah dan harus dilindungi. Perburuan ilegal dan perubahan lingkungan karena pembalakan liar merupakan faktor utama yang mengancam kepunahannya. Hal ini dipicu permintaan pasar terhadap culanya yang diyakini berkhasiat mengobati berbagai jenis penyakit dan menjadi bahan racikan obat-obatan tradisional. Ia juga tergolong hewan yang soliter atau penyendiri dan jarang kawin sehingga tingkat reproduksinya rendah.

“Sampai sekarang kita dapat melihatnya, namun jika kami tidak mengembangkan metode perlindungan yang tepat, saya kira badak hanya bertahan sampai sepuluh tahun saja,” ujar Raymond Albert, manajer proyek program badak dan gajah WWF di Kalimantan. Menurutnya, badak-badak di sana punya peluang untuk bertahan hidup jika habitatnya tidak diganggu.

Badak yang hidup di Sabah merupakan subspesies badak Sumatera bernama Dicerorhinus sumatrensis harrisoni. Spesies badak yang dapat ditemukan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Semananjung Malaysia ini makan daun-daunan dan jarang keluar dari habitatnya di hujan hutan.

Sumber: AP

May 2, 2007 - Posted by | Berita Borneo

1 Comment »

  1. saya baru tahu ada badak di kalimantan…
    temuan yang bagus bos.. ada temen saya juga namanya Perdhana, dia meneliti gajah kalimantan juga.. kira2 home range nya sama ga ya bos?

    Comment by yudhi_fahutan_unmul | January 11, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: