pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Kelelawar Muda Berceloteh Seperti Bayi

bat2

Seperti halnya bayi yang sedang belajar bicara, kelelawar-kelelawar muda juga berceloteh alias mengeluarkan suara yang tidak berirama. Berceloteh adalah salah satu bentuk latihan vokal yang diyakini dilakukan seorang bayi untuk mencoba mengatakan sesuatu.

Dengan berceloteh, mereka melatih otot-otot pita suaranya sampai siap mengeluarkan sebuah kata dan mengombinasikannya dalam kalimat saat beranjak dewasa. Manusia umumnya mulai berceloteh pada usia 7 bulan dan dapat mengatakan kalimat yang lengkap dan jelas sekitar usia satu hingga dua tahun.

Para peneliti di Universitas Erlangen-Nuenberg Jerman merekam suara anak kelelawar bersayap kantung (Saccopteryx bilineata) jantan dan betina berusia 4 hingga 8 minggu. Mereka menemukan bahwa anak-anak kelelawar baik jantan maupun betina mengeluarkan ocehan tak beraturan yang mirip dilakukan seorang bayi.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Naturwissenschaften ini juga mengungkap bahwa anak kelelawar jantan dan betina mengeluarkan nada suara tambahan, seperti siulan, suara yang bergetar, dan teriakan keras, yang biasanya hanya dapat dilakukan pria saat sudah dewasa. Salah satu peneliti Mirjam Knornschild mengatakan bahwa hal yang sama juga dilakukan beberapa jenis burung penyanyi.

“Jika Anda memperhatikan literatur mengenai burung, Anda akan menemukan beberapa spesies burung penyanyi betina yang saat masih muda berlatih mengeluarkan suara tertentu yang tidak digunakannya saat dewasa,” kata Knornschild. Salah satu teori yang dapat menjelaskan, lanjutnya, hewan betina muda harus belajar vokal hewan jantan agar mengetahui jenis pejantan seperti apa yang cocok untuk dijadikan pasangan kelak.

Krornschild menduga kelelawar betina mengeluarkan suara pejantan saat masih muda dengan alasan tersebut. Namun, untuk memastikannya diperlukan penelitian lebih lanjut.

Berceloteh sendiri juga ditemukan pada beberapa jenis primata, misalnya marmoset kerdil, kera berukuran kecil di Amerika Selatan, namun sejauh ini tidak ditemukan pada mamalia lainnya selain kelelawar. Spesies burung tertentu juga menjalankan perilaku yang mirip dengan mengeluarkan rangkaian kicauan yang disebut subsong. 

“Saya berharap seluruh hewan yang memiliki kemampuan mengeluarkan suara yang kompleks juga melakukan perilaku berceloteh,” kata Knornschild. Temuan ini tentu saja meningkatkan kemungkinan bahwa masih banyak jenis hewan yang melakukan perilaku serupa.

“Beberapa spesies paus, jenis primata lainnya, nuri, dan burung kolibri mungkin juga berceloteh saat masih muda,” ujar Knornschild.

Sumber: LiveScience.com

April 13, 2007 - Posted by | binatang malam

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: