pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Kelelawar Juga Bisa Mabuk

bat5

Secara teori, kelelawar juga bisa mabuk jika memakan buah-buahan yang mengandung alkohol terlalu banyak lho. Namun, kelelawar umumnya dapat menahan diri sehingga tidak makan hingga ambang batas kandungan alkohol yang dapat diterima tubuhnya. Beda sekali dengan kebanyakan pecandu alkohol yang minum berlebihan sampai merusak tubuhnya. Apa rahasianya?

Tentu saja bukan dengan membatasi berapa sloki minuman beralkohol yang dikonsumsinya. Tapi, jelas ada hubungannya dengan pilihan jenis makanannya. Sekitar sepertiga dari populasi kelelawar di seluruh dunia tergantung hidupnya pada buah-buahan dan nektar bunga. Maka Francicso Sanchez, biolog dari Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel dan timnya menggunakan jenis kelelawar pemakan buah untuk mencari tahu rahasia tersebut.

Sejak lama, para ilmuwan telah mengetahui bahwa gula jenis fruktosa yang banyak terkandung di dalam buah-buahan dan madu dapat mencegah mabuk karena akan membantu tubuh mencerna ethanol, salah satu jenis alkohol. Di lain pihak, kelelawar pemakan buah dari Mesir (Rousettus aegyptiacus) ternyata sangat menyukai buah-buahan seperti tin dan kurma yang memproduksi ethanol saat matang.

Padahal, kandungan ethanol 1 persen saja dapat berbahaya bagi tubuh kelelawar. Bahkan kandungan ethanol kurang dari 1 persen sudah bisa menyebabkan kelelawar sangat rentan diserang predator atau sulit menghindari penghalang. Tapi kok kelelawar pemakan buah dari Mesir tersebut jarang terlihat terhuyung-huyung dimabuk alkohol.

Sukrosa

Penasaran dengan hal tersebut, Sanchez memberi kelelawar pemakan buah dari Mesir berupa makanan cair yang mengandung sedikit alkohol dan fruktosa, glukosa, atau sukrosa. Glukosa merupakan gula sederhana yang banyak ditemukan di tanaman umbi-umbian dan daging hewan. Sukrosa yang sering ditemukan di dapur dalam bentuk gula pasir merupakan kombinasi sebuah molekul fruktosa dengan sebuah molekul glukosa.

Beberapa saat kemudian setelah diberi tiga jenis makanan tersebut dilakukan uji napas. Hasilnya menunjukkan bahwa level ethanol di tubuh kelelawar turun drastis setelah mengonsumsi makanan yang mengandung fruktosa daripada jika diberi makanan yang mengandung sukrosa atau glukosa.

Mereka juga menemukan bahwa jika kandungan ethanol pada makanan makin tinggi, kelelawar lebih suka makanan yang juga mengandung fruktosa daripada yang mengandung glukosa. Meskipun demikian, kelelawar paling suka makan yang banyak mengandung sukrosa, baik yang mengandung ethanol maupun yang tidak. Padahal gula jenis sukrosa diketahui tidak mengatasi pengaruh alkohol setinggi fruktosa atau glukosa.

“Mungkin bagi kelelawar, makanan bergula mengandung tingkatan rasa yang berbeda-beda,” ujar Sanchez. Selera mengenai manis dan getur mungkin juga bervariasi tergantung jenis gula dan jumlah ethanol yang dikonsumsinya. Kombinasi sukrosa dan ethanol mungkin kombinasi yang paling lezat daripada ehtanol dan fruktosa atau ethanol dan glukosa. 

“Penelitian mengenai dampak etanol terhadap tubuh hewan masih jarang sekali diteliti,” ujar Sanchez. Padahal, mamalia terbang yang hidupnya nokturnal atau aktif di malam hari tersebut mewakili sekitar seperempat spesies mamalia yang masih hidup di Bumi. Temuan ini dijelaskan Sanchez dan koleganya dalam pertemuan Masyarakat Biologi Eskperimen di Glasgow, Skotlandia, 1 April lalu.


Sumber: LiveScience.com

April 13, 2007 - Posted by | binatang malam

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: