pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Kopi Instan Ancam Harimau Sumatera

harimau sumateraWajar saja kalau harimau sering dilaporkan turun gunung bahkan membahayakan keselamatan penduduk di pinggiran hutan-hutan Pulau Sumatera. Sebab, habitatnya makin terdesak, tidak hanya dari alih lahan menjadi pemukiman tapi juga dari perkebunan kopi yang dibuka masyarakat secara ilegal di kawasan konservasi.

Laporan organisasi lingkungan World Wide Fund (WWF) berjudul Gone in an Instant yang dirilis baru-baru ini menyebutkan maraknya perkebunan kopi ilegal di Pulau Sumatra menjadi faktor baru yang mengancam kelangsungan hidup harimau Sumatera. Kondisi ini dipicu permintaan bahan baku kopi instan dari Indonesia oleh berbagai perusahaan multinasional. Sementara, perusahaan-perusahaan tersebut belum memperhatikan dukungannya terhadap lingkungan, misalnya memilih kopi yang berasal dari perkebunan berkelanjutan saja.

Indonesia merupakan negara pengekspor kopi terbesar keempat di dunia dan pengekspor kedua terbesar kopi jenis robusta, yang sering dipakai sebagai bahan baku kopi instan. Sekitar setengah kopi yang diekspor dari Indonesia dikirim dari pelabuhan di Lampung yang berada dekat Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Nazir Foead dari WWF Indonesia mengatakan, pada pedagang lokal umumnya mencampur biji kopi yang berasal dari perkebunan ilegal maupun perkebunan legal sebelum dijual ke perusahaan asing.

Perkebunan kopi ilegal telah merambah sekitar 20 persen wilayah konservasi yang telah masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia ini. Jika perbuatan ini dibiarkan, WWF memperkirakan area konservasi yang rusak akan berlipat ganda dalam 10 tahun ke depan. Padahal, di wilayah itulah sekitar 40 harimau Sumatera – dari sekitar 400 yang masih hidup di alam sampai saat ini – diperkirakan tinggal. Hutan-hutan alam di sana juga menjadi habitat bagi sekitar 500 gajah Sumatera, dan 60 hingga 85 badak Sumatera.

“Kami tidak ingin para pembeli beralih ke sumber lain. Kami hanya lebih senang jika mereka memilih sumber yang legal dan mendorong para petani untuk menanam secara ramah lingkungan di luar taman nasional,” ujar Nazir. Kampanye kesadaran etika lingkungan terus ditekankan terhadap sejumlah perusahaan utama pengguna kopi robusta dari Indonesia, seperti Kraft Food, Nestle, dan Starbucks. Di samping itu, WWF juga melatih para petani untuk sadar lingkungan dan mengajari teknik budidaya unggul. Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memperketat pengawasan terhadap taman nasional di samping membantu menyalurkan kredit mikro bagi para petani di sana. Jika upaya ini gagal, bukan tidak mungkin harimau Sumatera akan ’larut’ dalam seduhan kopi instan selamanya.

Sumber: AFP

April 9, 2007 - Posted by | Kucing Besar

1 Comment »

  1. wew jelek banget

    Comment by asas | April 5, 2008 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: