pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Salah Satu Macan Amur Terakhir Dibunuh

macan amur

Para pemburu di Timur Jauh Rusia telah menembak mati salah satu dari tujuh macan tutul Amur betina yang tersisa di alam bebas. Demikian diumumkan organisasi lingkungan WWF, Senin waktu Moskwa. Penembakan macan ini akan membawa hewan jenis tersebut makin mendekati kepunahan.

Minggu lalu para pemerhati lingkungan mengatakan hanya ada sekitar 25 hingga 34 macan tutul Amur – yang sering dilukiskan sebagai kucing paling elok di dunia – hidup di alam bebas. Hanya tujuh di antaranya berkelamin betina. Padahal diperlukan setidaknya 100 ekor macan agar mereka terhindar dari kepunahan, terutama yang betina. Saat ini lebih banyak macan jantan tersisa karena jenis kucing cenderung melahirkan anak jantan bila berada dalam kondisi stres.

“Pembunuhan macan ini hanya mungkin dilakukan oleh orang tolol dan penakut, dan dalam kasus ini pasti dua hal itu yang terjadi,” ujar Pavel Fomenko, koordinator keanekaragaman WWF Rusia Timur Jauh.

Menurut penelitian WWF, macan Amur itu sepertinya ditembak dari belakang mengenai tulang ekornya. Ia jatuh dan kemudian dipukuli kepalanya menggunakan benda yang berat. Padahal sejauh ini macan Amur tidak pernah tercatat menyerang manusia.

Seorang pengawas kehutanan lokal mendapat pesan anonim yang memberitahukan bahwa seekor macan telah terbunuh. Petugas kemudian menemukan tubuh hewan itu setelah seharian mencari. Macan naas tersebut mati antara tanggal 15 atau 16 April 2007.

Akibat kejadian ini, para pecinta lingkungan mendesak pemerintah Rusia agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap taman-taman nasional di Rusia Timur Jauh untuk mencegah perburuan macan di sana. Mereka juga meminta agar diberikan perlindungan lebih terhadap habitat dan pasokan makanan hewan-hewan tersebut, yang sejauh ini rusak akibat aktivitas manusia.

Sumber: reuters

Advertisements

April 24, 2007 Posted by | Kucing Besar | Leave a comment

Macan Tutul Tewaskan Penjaga KB di Jerman

macan persiaNaas benar nasib seorang petugas kebun binatang (KB) di Kota Chemnitz, wilayah timur Jerman. Ia ditemukan dalam keadaan tewas di kandang macan tutul Persia (Panthera pardus saxicolor) saat membersihkan kandang.

Manajer KB Chemnitz, Hermann Will, menemukan tubuh wanita berusia 23 tahun tersebut terkapar di area yang berisi dua ekor macan Sabtu (11/11), sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Ia mungkin mati dalam hitungan detik setelah tengkuknya digigit.

“Ia mengalami luka-luka di punggung dan lehernya,” kata jurubicara kepolisian setempat Jana Kindt.  Macan tutul  liar umumnya menyergap mangsa yang tidak menyadari kedatangannya dan membunuh dengan menggigit leher mangsanya.

Polisi mengatakan pintu yang menghubungkan kandang macan dengan wilayah luar yang berpagar terlihat masih terbuka. Petugas tersebut mungkin lupa mengunci pintu kandang setelah memberi makan sehingga kedua macan bisa menyelinap melalui pintu.

Karena insiden tersebut, KB langsung ditutup sementara dan baru dibuka kembali Minggu (12/11). Insiden serupa pernah terjadi di KB yang sama pada tahun 2004. Saat itu, seorang petugas luka-luka diserang seekor singa saat memasuki kandang.

Sumber: DPA

April 24, 2007 Posted by | Kucing Besar | Leave a comment

Kelelawar Juga Bisa Mabuk

bat5

Secara teori, kelelawar juga bisa mabuk jika memakan buah-buahan yang mengandung alkohol terlalu banyak lho. Namun, kelelawar umumnya dapat menahan diri sehingga tidak makan hingga ambang batas kandungan alkohol yang dapat diterima tubuhnya. Beda sekali dengan kebanyakan pecandu alkohol yang minum berlebihan sampai merusak tubuhnya. Apa rahasianya?

Tentu saja bukan dengan membatasi berapa sloki minuman beralkohol yang dikonsumsinya. Tapi, jelas ada hubungannya dengan pilihan jenis makanannya. Sekitar sepertiga dari populasi kelelawar di seluruh dunia tergantung hidupnya pada buah-buahan dan nektar bunga. Maka Francicso Sanchez, biolog dari Universitas Ben-Gurion di Negev, Israel dan timnya menggunakan jenis kelelawar pemakan buah untuk mencari tahu rahasia tersebut.

Sejak lama, para ilmuwan telah mengetahui bahwa gula jenis fruktosa yang banyak terkandung di dalam buah-buahan dan madu dapat mencegah mabuk karena akan membantu tubuh mencerna ethanol, salah satu jenis alkohol. Di lain pihak, kelelawar pemakan buah dari Mesir (Rousettus aegyptiacus) ternyata sangat menyukai buah-buahan seperti tin dan kurma yang memproduksi ethanol saat matang.

Padahal, kandungan ethanol 1 persen saja dapat berbahaya bagi tubuh kelelawar. Bahkan kandungan ethanol kurang dari 1 persen sudah bisa menyebabkan kelelawar sangat rentan diserang predator atau sulit menghindari penghalang. Tapi kok kelelawar pemakan buah dari Mesir tersebut jarang terlihat terhuyung-huyung dimabuk alkohol.

Sukrosa

Penasaran dengan hal tersebut, Sanchez memberi kelelawar pemakan buah dari Mesir berupa makanan cair yang mengandung sedikit alkohol dan fruktosa, glukosa, atau sukrosa. Glukosa merupakan gula sederhana yang banyak ditemukan di tanaman umbi-umbian dan daging hewan. Sukrosa yang sering ditemukan di dapur dalam bentuk gula pasir merupakan kombinasi sebuah molekul fruktosa dengan sebuah molekul glukosa.

Beberapa saat kemudian setelah diberi tiga jenis makanan tersebut dilakukan uji napas. Hasilnya menunjukkan bahwa level ethanol di tubuh kelelawar turun drastis setelah mengonsumsi makanan yang mengandung fruktosa daripada jika diberi makanan yang mengandung sukrosa atau glukosa.

Mereka juga menemukan bahwa jika kandungan ethanol pada makanan makin tinggi, kelelawar lebih suka makanan yang juga mengandung fruktosa daripada yang mengandung glukosa. Meskipun demikian, kelelawar paling suka makan yang banyak mengandung sukrosa, baik yang mengandung ethanol maupun yang tidak. Padahal gula jenis sukrosa diketahui tidak mengatasi pengaruh alkohol setinggi fruktosa atau glukosa.

“Mungkin bagi kelelawar, makanan bergula mengandung tingkatan rasa yang berbeda-beda,” ujar Sanchez. Selera mengenai manis dan getur mungkin juga bervariasi tergantung jenis gula dan jumlah ethanol yang dikonsumsinya. Kombinasi sukrosa dan ethanol mungkin kombinasi yang paling lezat daripada ehtanol dan fruktosa atau ethanol dan glukosa. 

“Penelitian mengenai dampak etanol terhadap tubuh hewan masih jarang sekali diteliti,” ujar Sanchez. Padahal, mamalia terbang yang hidupnya nokturnal atau aktif di malam hari tersebut mewakili sekitar seperempat spesies mamalia yang masih hidup di Bumi. Temuan ini dijelaskan Sanchez dan koleganya dalam pertemuan Masyarakat Biologi Eskperimen di Glasgow, Skotlandia, 1 April lalu.


Sumber: LiveScience.com

April 13, 2007 Posted by | binatang malam | Leave a comment

Kelelawar Juga Memangsa Burung

bat4

Kelelawar, hewan yang dipuji karena memangsa nyamuk dan hama lain sekaligus dimaki karena suka menghisap darah dan menyebarkan rabies, sepertinya memiliki kebiasaan buruk lain. Mereka diduga doyan pula makan burung berkicau.

Beberapa peneliti Spanyol dan Swiss mengaku telah menemukan bukti kontroversial bahwa sejenis kelelawar besar sering memangsa burung-burung kecil ketika mereka bermigrasi di kegelapan malam sepanjang Mediterania.

Para peneliti mengatakan, kelelawar-kelelawar malam raksasa yang memiliki bentang sayap hingga 45 centimeter tersebut, hampir sepenuhnya makan serangga sepanjang musim semi. Tapi mereka mengubah menu utamanya menjadi daging burung-burung selama musim gugur.

Selama ini tidak ada hewan lain yang memangsa burung-burung dengan pola migrasi malam hari itu. Dan sepertinya jenis kelelawar ini pun belum lama mencoba jenis makanan baru tersebut. “Selama bebeapa juta tahun, kelelawar belajar memakan berbagai jenis makanan, termasuk serangga, sari bunga, buah-buahan, hewan-hewan kecil, bahkan darah,” ujar Ana Popa-Lisseanu dan Carlos Ibanez dari Badan Penelitian Ilmiah di Seville, Spanyol. “Bukan tidak mungkin kini mereka belajar makan burung.”

Pada mulanya para peneliti hanya menemukan bulu-bulu burung dalam kotoran kelelawar. Hal ini menimbulkan pertanyaan, di mana sebagian peneliti yakin kelelawar-kelelawar itu secara tidak sengaja menyantap bulu-bulu yang terbang di udara.

Namun untuk meyakinkan pendapat itu, para peneliti kemudian menganalisa darah kelelawar yang diduga memangsa burung. Mereka meneliti senyawa kimia dalam darah kelelawar guna mengetahui apa yang telah dimakan hewan-hewan tersebut.

Akhirnya ditemukan bukti cukup kuat bahwa mamalia-mamalia terbang itu hanya makan serangga pada musim panas, makan sedikit burung di musim semi, dan pada musim gugur, mereka lebih suka menyantap burung. ini mengikuti jadwal migrasi burung berkicau dari Afrika kembali ke Eropa yang berlangsung di musim gugur.

Burung-burung ini sebagian besar berukuran kecil, dengan rata-rata massa tubuh hanya 20 gram. Merekalah yang kemudian menjadi mangsa empuk kelelawar-kelelawar besar dari jenis Nyctalus lasiopterus. Sejauh ini tidak ada pemangsa lain yang dilaporkan menyergap kawanan penerbang malam itu.


Sumber: reuters

April 13, 2007 Posted by | binatang malam | Leave a comment

Kelelawar Penyerbuk Berlidah Terpanjang

bat3

Kelelawar tidak hanya lihai terbang di kegelapan. Ada satu jenis yang memiliki lidah istimewa karena panjangnya.

Yakni jenis kelelawar penyerbuk yang hidup di rimbunnya hutan Pegunungan Andes di Ekuador. Kelelawar spesies Anoura fisculata ini bisa menjulurkan lidahnya sepanjang 3,5 kali panjang tubuhnya sendiri.

Jenis kelelawar tersebut baru pertama kali diidentifikasi tahun lalu. Para peneliti mulai terkejut saat melihat bahwa spesies ini memiliki lidah yang panjangnya hampir dua kali lipat dari panjang lidah rata-rata kelelawar sejenis.

Jika dua kelelawar penyerbuk lainnya dapat menjulurkan lidah hingga 3,75 centimeter, Anoura fisculata mampu melakukannya hingga 8,5 centimeter. Ini menempatkannya sebagai hewan bertulang belakang yang memiliki rasio panjang lidah terhadap tubuh terbesar kedua setelah bunglon.

Karakteristik lidah yang panjang berguna untuk mengambil nektar yang letaknya berada jauh di bagian dalam bunga-bunga tertentu. Ini juga membantu proses penyerbukan benang sari ke kepala putih yang tersembunyi.

Seperti dua spesies kelelawar sejenis yang hidup di wilayah tersebut, Anoura fisculata terbang dari bunga yang satu ke bunga lainnya. Ia hanya menghabiskan waktu sekitar setengah detik saat mengambil nektar bunga dengan memasukkan lidahnya.

Cukup tujuh kali hisap untuk memperoleh nektar yang dibutuhkannya. Saat menghisap nektar, tanpa sengaja serbuk sari menempel di hidungnya sehingga menyebar ke bunga lain yang dikunjungi berikutnya.

Co-evolusi

Untuk melihat caranya mengambil nektar, Nathan Muchhala dan koleganya dari Universitas Miami, AS melatih kelelawar dengan larutan gula yang diletakkan di dasar sedotan. Dari rekaman video dan hasil pengamatan terhadap jumlah serbuk sari yang menempel di bulu hidungnya disimpulkan bahwa kelelawar jenis ini memang spesialis menyerbuk bunga yang mahkotanya berbentuk pipa.

Uniknya lidahnya yang panjang tidak berarti mulutnya juga panjang. Padahal, pada 10 kelelawar penyerbuk lainnya, panjang lidah erat kaitannya dengan panjang moncong. Sebaliknya, pangkal rahang bawah yang merupakan tempat tumbuhnya lidah ditarik ke belakang sehingga berada di antara dada dan perut.

Muchhala menduga bunga berbentuk pipa berkembang bersama kelelawar ini, atau saling mempengaruhi dan muncul sebagai hasil seleksi. Untuk memastikannya, ia akan mengukur panjang moncong kelelawar yang hidup di berbagai area.

Jika panjang moncongnya lebih pendek di area yang mahkota bunganya tidak begitu memanjang sementara lebih panjang moncongnya pada daerah yang banyak ditubuhi bunga yang berbentuk pipa memanjang, maka terjadi co-evolusi di sana. “Kelelawar ini baru ditemukan tahun lalu, dan kami sedang mengamati hubungan yang sangat unik dengan tumbuhan bunga lokal di sekitarnya,” ujar Muchhala.

Sumber: LiveScience.com

April 13, 2007 Posted by | binatang malam | Leave a comment