pandiran

Sekedar Berbagi Informasi

Harimau Pertama Yang Terphoto di Taman Nasional Tesso Nilo

tiger

Seekor harimau sukses terphoto sepanjang 2 minggu pertama pemasangan camera trap di Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh lansekap. Photo ini didapat dari salah satu dari sepuluh kamera yang dipasang di lansekap tersebut. Ini merupakan photo harimau pertama yang dihasilkan dari camera trap di kawasan tersebut.

Beberapa binatang lain yang termasuk susah diobservasi juga tertangkap oleh kamera. Diantaranya adalah tapir(Tapirus indicus, beruang (Helarctos malayanus), Muncak(Muntiacus muntjak), babi hutan(Sus scrofa), dan landak(Hystrix brachyura). Hasil-hasil tangkapan kamera tersebut mendukung bukti bahwa taman nasional tersebut kaya akan fauna, khususnya mamalia besar seperti yang telah terindikasi pada penelitian-penelitian sebelumnya. Salah satu tujuan dari camera trap ini adalah untuk mempelajari ecology harimau termasuk penyebarannya, populasi, ruang jelajah, ketersedian makanan. Kami akan memasukkan informasi-informasi ini dalam konteks dinamika lansekap Tesso Nilo-Bukit Tigapuluh.

Seperti disebutkan pada artikel sebelumnya bahwa tujuan dari pemasangan camera trap pada masa uji coba ini adalah untuk menguji ketahanan dari peralatan tersebut. Kami ingin melihat apakah kamera-kamera tersebut tahan terhadap kelembabapan, suhu udara yang ekstrim dan kondisi lapangan yang sulit di wilayah tersebut. Kami juga menilai kemampuannya untuk mendapatkan photo hidupan liar yang ada di wilayah tersebut, khususnya harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Oleh karena itu, kami menempatkan kamera-kamera sepanjang jalur dimana tanda-tanda harimau telah teridentifikasi sebelumnya.

Pada umumnya, semua kamera yang telah kami periksa berada dalam kondisi baik dan berfungsi baik. Ada sedikit masalah yaitu semua film macet dan tidak mau diputar ulang. Hal ini mungkin disebabkan oleh factor kelembabapan. Kami harus memaksa film tersebut diputar ulang dengan menggunakan tas buatan yang berfungsi sebagai kamar gelap. Sementara itu, meskipun tingginya intensitas kegiatan illegal logging di sebagian daerah tempat kamera-kamera tersebut diletakkan, tidak ada aktifitas manusia yang tertangkap kecuali tim patroli harimau. Sejauh ini tidak satu pun kamera yang hilang. Kami harap akan berlanjut seperti ini seterusnya.

Kami memanfaatkan kesempatan kunjungan Dr. Sybille Klenzendorf (WWF US) yang dating ke proyek untuk melihat dan berdiskusi tentang metode penelitian di lapangan. Beliau ikut serta dalam kegiatan pengecekkan camera trap dan kami banyak berdiskusi dalam rangka memantapkan metode. Belia bersama dengan beberapa orang tim harimau WWF ( Sunarto, Osmantri dan Rony Faslah) juga berkesempatan mengunjungi proyek harimau di Jambi yang dikelola bersama oleh Zoological Society of London dan PT. Asiatic Persada. Kunjungan ini sangat bermanfaat, kami mendapatkan kesempatan untuk mempelajari study harimau berdasarkan pengalaman mereka, khususnya masalah studi harimau menggunakan radio telemetry. Kami bersepakat untuk melanjutkan kerjasama dengan tetap saling tukar informasi.

Sumber: http://www.wwf.or.id

March 23, 2007 - Posted by | Kucing Besar

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: