Selamat Datang di Pusat “Pengungsian” Kesehatan Masyarakat Samarinda
Pemilihan Kepala Daerah Putaran Ke dua atau Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur sudah dilaksanakan, sudah terlihat siapa yang pasti menang pada Pilkada putaran kedua ini. Janji-janji politik pun telah gencar diucapkan, salah satunya yang saya ingat adalah perbaikan kesehatan masyarakat. Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat disamping kebutuhan papan, dan pangan yang memadai ditambah lagi dengan kebutuhan akan listrik yang sekarang masuk dalam kebutuhan primer. Karena jika tidak ada yang satu (listrik) ini mustahil saya bisa menulis tulisan pada blog ini dengan laptop saya.
Tulisan ini dibuat sebenarnya berdasarkan kegundahan saya melihat pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh rumah sakit pemerintah yang ada di daerah saya (Samarinda, Kalimantan Timur), karena rumah sakit inilah yang menjadi rujukan bagi semua rumah sakit yang ada di Kaltim. Jika anda seperti saya (kalangan ekonomi menengah ke bawah), maka anda dilarang untuk sakit keras, mengapa? Read more »
akhirnya ngeblog lagi
Setelah sebulan ini disibukkan dengan berbagai kegiatan (maksudnya; kegiatan pribadi maklum baru aja nikah), tidak terasa usia pernikahan saya 2 bulan 12 hari. Mulai dari mencari rumah kontrakan, barang2 rumah tangga, mencari pekerjaan buat istri, sampai dengan adaptasi saya di kantor baru, maklum baru bergabung sejak bulan Mei 2008. Banyak hal2 seru yang saya temui sejak berumah tangga, dan juga banyak hal2 baru yang harus saya sesuaikan jika berumah tangga, seperti; tidak bisa seenaknya ngenet, waktu mesti diatur agar kita tidak kelelahan, tidur tidak bisa larut malam, karena pagi2 mesti ngantar istri ngajar, akhirnya masuk kantor jadi paling pagi deh, sama dengan office boy, tetapi saya menikmati itu semua. Read more »
duh… Samarinda….
Jalan Arif Rahman Hakim merupakan jalan yang tiap hari saya lewati, kecuali hari Besar atau Libur, karena hanya jalan tersebut yang paling dekat jika hendak mengantar adik saya yang bersekolah di SMP Negeri 1 Samarinda kebetulan rumah saya berada di Jalan Jelawat Gg. 10. Jika tidak ada rutinitas tersebut saya tidak akan mau melewati jalan ini karena jalan yang berdebu dan mirip sekali dengan jalan HPH yang sudah diperkeras. Read more »







